fbpx
tips semangat kerja di jakarta

6 Hal yang Penyemangat Kerja di Ibukota Jakarta

Pernyataan ibu kota lebih kejam dibanding ibu tiri yang familiar kamu dengar bisa jadi mengacu pada beratnya cari uang di Jakarta, seperti yang sedang kamu alami sekarang. Dari mulai desakan kerja besar, persaingan kerja yang sering kurang sehat, sampai kepadatan kota yang seringkali mengundang umpat.

Dari semua beban berat serta riuhnya kerja di Jakarta ini sempat terlintas di pikiranmu untuk yang menyerah ditengah-tengah jalan, tetapi resign kerja tidak dapat dikerjakan dengan sembarangan, perlu banyak alasan. Nah untuk membantumu bepikir sambil putuskan, kami akan memberi 6 motivasi penyemangat diri untukmu yang sekarang kemungkinan sedang merasakan ingin enyah dari Jakarta yang telah mulai berasa lebih kejam dari ibu tiri

Walau tanggungan kerjamu berat, kamu selalu harus ingat kemauan diri untuk bikin orang-tua bangga dengan keberhasilan karirmu ini

Tanggungan kerjaanmu yang berat sering membuat kamu berpikir untuk enyah saja kerja dari ibukota. Sebelum itu berlangsung ingat-ingatlah tekadmu dahulu sebelum merantau ke Jakarta, apa itu telah terwujud? Apa orangtuamu akan bangga lihat kamu pulang dengan belum jadi apa-apa. Ingat pesan mereka ‘sebelum pulang kamu harusnya jadi orang’.

Waktu merasakan lelah dengan tuntutan pekerjaan yang membebanimu, ingat-ingatlah orang-tua yang tetap menanyakan “kapan nikah?”

Tidak dapat disangkal jika beban kerja di Jakarta berasa lebih berat bila dilihat dari persaingan kerja disana dan riuhnya jalanan yang dilewati waktu berangkat-pulang kerja, memikirkannya saja terkadang pusing sendiri. Tetapi tidakkah itu telah jadi risiko yang perlu kamu tanggung saat putuskan kerja di ibukota? Sebelum kamu menyerah, pikirkan dahulu sekali gagasan menabungmu untuk menjawab keinginan dari orang-tua yang berkali-kali menanyakan ‘kapan kamu nikah, Nak?’.

BACA JUGA:  Panduan serta Motivasi Kerja Untuk Kamu yang Sedang Capek

Bos galak serta tidak memanusiakan karyawan sempat buat kamu ingin resign. Tetapi kamu mengingat susahnya cari pekerjaan baru

Atasan yang menjengkelkan kemungkinan jadi salah satunya alasanmu untuk resign. Sebelum kamu betul-betul mengerjakannya coba buka mata akan jumlahnya pengangguran di luar sana yang kesusahan bisa kerja.

Kamu salah jika masih merasakan yang paling menanggung derita karena sebenarnya kamu lebih mujur dari mereka. Kamu dapat kerja serta mendapatkan upah yang tinggi sesaat mereka boro-boro berpenghasilan, memperoleh kerja saja susahnya meminta ampun. Kamu perlu banyak mengucapkan syukur.

Kehidupan kota yang padat juga buat kamu ingin kembali pada kampung halaman. Tetapi ingat-ingatlah masalah pendapatan yang cukup sudah nyaman

Tuntutan pekerjaan yang tidak ada habisnya serta kepadatan kota yang sering membuat kamu merasakan ‘tua di jalan’ membuat kamu ingin pulang ke kampung halaman untuk kerja sambil nikmati hidup.

Sebelum itu berlangsung ingat-ingatlah jika tetap ada harga yang sebanding untuk suatu hal yang bernilai. Upah kerja di kampung halamanmu bisa jadi kalah jauh dibandingkan yang ditawarkan di Jakarta, kemungkinan dapat 2 serta 3 kali lipat lebih kecil. Jadi, ya lebih baiknya syukuri sajalah tugasmu yang saat ini.

BACA JUGA:  3 Alasan Anda Harus Menjaga Disiplin Kerja

Dengan adanya banyak perusahaan besar di Jakarta, automatis rekanan yang kamu peroleh dari tempat kerja bagus untuk hidupmu ke depan

Walau bebannya berat, tetapi kerja di Jakarta memungkinkanmu berjumpa beberapa orang hebat. Kamu tidak akan tahu apa yang akan berlangsung di hari esok, bisa singgunganmu atasan perusahaan akan memudahkan hidupmu di masa datang seandainya ingin bersabar. Mereka yang memuakkan bagimu saat ini bisa jadi cuma sedang mengujimu sebelum naik kelas.

Karena kadang membuat rekanan lebih penting dibandingkan upah. Lebih di Jakarta yang terdapat banyak perusahaan bertaraf internasional. Mudah-mudahan hari esok cerah menyertaimu.

Apa kamu telah berpenghasilan lain jika kamu resign kerja? Waktu iya tega menyusahkan orang-tua

Kamu telah berkali-kali ingin menyerah dari kerjaan yang membuat kamu jemu walau bergaji tinggi. Tetapi sebelum itu semua berlangsung yakinkan dahulu kamu berpenghasilan lain supaya keputusanmu untuk resign tidak menyusahkan orang lain.

Orang tuamu saat ini masih semangat kerja, tetapi ingat-ingatlah umur mereka tidak muda. Kamu harus memiliki rencana B supaya tidak jadi beban mereka sebelum enyah dari Jakarta.

Di dunia kerja merasai tegang di kepala, pegal di tubuh, sampai emosi tidak tertahankan ialah hal yang lumrah. Itu risiko (sebanding dengan upah) yang perlu kamu pertanggung jawabkan dari keputusanmu kerja di ibukota. Bagaimana? Masih ingin menyerah? Ingat-ingatlah jaman saat ini cari pekerjaan seperti cari tukang cendol malam-malam; sulit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *